Superman, karakter superhero ikonik dengan julukan Man of Steel, telah mencuri perhatian publik lebih dari delapan dekade. Diciptakan oleh Jerry Siegel dan Joe Shuster, Superman pertama kali muncul dalam komik Action Comics #1 pada Juni 1938. Karakter ini tidak hanya berpengaruh di dunia komik, tetapi juga menjadi salah satu tokoh yang paling sering diadaptasi ke layar lebar dan televisi.
Baca juga : Valuasi Saham Bank Kembali Menarik, Saatnya Beli?
1938: Lahirnya Superman di Komik
Pada tahun 1938, Superman diperkenalkan ke dunia melalui Action Comics #1. Karakter ini segera menjadi fenomena dan dikenal luas karena kekuatannya yang luar biasa dan perjuangannya untuk melindungi umat manusia. Superman dengan cepat menjadi simbol harapan dan kekuatan, dan menjadi contoh standar bagi superhero lainnya.
Perjalanan Superman di Layar Lebar: Dimulai dengan Animasi
Tiga tahun setelah debutnya di komik, Superman tampil pertama kali di layar lebar dalam bentuk animasi. Film pendek Superman (1941) produksi Fleischer Studios menggambarkan perubahan besar dalam kemampuan Superman, dari sekadar melompat gedung pencakar langit menjadi bisa terbang. Inilah pertama kalinya Superman terbang dalam animasi, yang kemudian menjadi ciri khasnya di dunia komik dan film.
Era Silver Age: Menambah Kedalaman Karakter Superman
Memasuki era Silver Age pada 1950-an hingga 1960-an, komik Superman semakin berkembang. Tokoh-tokoh ikonik seperti Lex Luthor dan General Zod mulai diperkenalkan, dan asal-usul planet Krypton pun dijelaskan lebih rinci. Namun, kualitas animasi menurun karena studio beralih ke format terbatas untuk siaran televisi.
Serial TV dan Film Pertama yang Berpengaruh: Adventures of Superman
Salah satu adaptasi live-action pertama yang terkenal adalah Adventures of Superman (1952–1958), yang dibintangi oleh George Reeves. Serial ini lebih menonjolkan kehidupan sehari-hari Clark Kent di Daily Planet, serta drama karakter dibandingkan aksi superhero. Meskipun demikian, ini menjadi langkah awal Superman menginjakkan kaki di layar kaca.
1978: Superman yang Legendaris Dibintangi Christopher Reeve
Tahun 1978 menjadi titik balik besar dalam sejarah film Superman. Superman: The Movie yang disutradarai oleh Richard Donner dan dibintangi oleh Christopher Reeve menjadi sukses besar. Film ini tidak hanya menampilkan aksi yang spektakuler tetapi juga pengembangan karakter yang mendalam. Superman diperkenalkan dengan cara yang lebih manusiawi dan elegan. Keberhasilan film ini kemudian melahirkan sekuel Superman II pada 1980 yang memperdalam konflik antara Clark Kent dan Superman.
Penurunan Kualitas di Sekuel-sekuelnya
Namun, tidak semua sekuel berhasil mengikuti jejak kesuksesan film pertama. Superman III (1983) mengambil pendekatan yang lebih komedi dan gagal mempertahankan daya tarik Superman, sementara Superman IV: The Quest for Peace (1987) dirilis dengan anggaran terbatas dan kualitas visual yang buruk, sehingga gagal secara finansial dan kritis. Ini menandai berakhirnya era film Superman yang dibintangi oleh Christopher Reeve.
Superman Returns: Kembali dengan Nostalgia
Setelah hampir dua dekade, Superman kembali ke layar lebar lewat Superman Returns (2006) yang disutradarai oleh Bryan Singer. Dengan Brandon Routh sebagai Superman, film ini mencoba mengikuti jejak sukses film 1978. Meskipun berusaha memadukan nostalgia dengan elemen-elemen baru, film ini gagal mendapatkan perhatian dari generasi baru penonton dan tidak cukup segar untuk bersaing di pasar modern.
Man of Steel: Reboot Besar Superman
Pada 2013, Man of Steel yang disutradarai oleh Zack Snyder menjadi reboot besar untuk karakter Superman. Film ini memperkenalkan Henry Cavill sebagai Superman dan memberi gambaran yang lebih dramatis dan modern tentang planet Krypton dan Jor-El. Meski begitu, film ini mendapatkan kritik karena kurangnya pengembangan karakter Clark Kent dan ketidakmampuannya untuk menggambarkan sisi manusiawi Superman seperti yang terlihat pada versi Christopher Reeve.
Batman v Superman dan Justice League: Superman Terabaikan?
Setelah Man of Steel, Superman kembali muncul di Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) dan Justice League (2017). Sayangnya, film-film ini lebih fokus pada konflik antara Batman dan Superman, mengurangi porsi cerita untuk Superman sendiri. Bahkan di Justice League, Superman hanya muncul di bagian akhir setelah “dibangkitkan dari kematian”, dan pengembangan karakter Clark Kent hampir tidak ada.
Masa Depan Superman di Layar Lebar: Proyek yang Belum Jelas
Setelah Justice League, Henry Cavill dilaporkan gagal mencapai kesepakatan untuk melanjutkan perannya sebagai Superman, membuat masa depan karakter ini di layar lebar menjadi tidak pasti. Warner Bros belum mengumumkan proyek film Superman baru, dan para penggemar pun beralih ke novel grafis dan komik untuk menikmati kisah-kisah Superman yang lebih matang dan sesuai dengan zaman.
Kesimpulan: Superman Tetap Ikonik di Dunia Film
Meski mengalami pasang surut di layar lebar, Superman tetap menjadi salah satu karakter superhero yang paling ikonik dan berpengaruh sepanjang sejarah film. Perjalanan panjang Superman dari komik hingga layar lebar mencerminkan evolusi karakter ini yang terus beradaptasi dengan zaman. Dengan film terbaru yang dibintangi oleh David Corenswet dan disutradarai oleh James Gunn, Superman kembali ke layar lebar untuk memulai babak baru dalam sejarah DC Universe.
Penulis : Eka Asmara